Sahabat-sahabat pembaca yang budiman,
Seperti halnya Anda, saya sering pula menyaksikan, demikian banyak saudara kita yang memilihkan bagi pribadinya yang mulia itu, sudut pandang tidak seimbang antara Melayani dan Dilayani. Kemudian kesan yang dibangun pun, tidak cukup adil dalam meletakkan pada posisi yang sejatinya.
Tahukah kita semua, bahwa sesungguhnya yang paling mulia itu adalah pribadi-pribadi yang mengambil peran MELAYANI.
Bukankah para pemimpin yang adil dan ahli waris surga itu adalah para pelayan ummat?
Bukankah para Nabi dan Rasul mulia itu adalah para pelayan kaumnya?
Bukanlah Rasulullah Saw adalah pelayan Ummat Islam akhir zaman?
Bahkan Yang Maha Kuasa itu pun, Melayani makhluk-makhluk-Nya?
Pekerjaan melayani adalah pekerjaan mulia.
Berikut saya kutipkan beberapa buah pikir Pak Mario Teguh tentang pelayanan :
Kita semua menemukan kehebatan diri kita di dalam pelayanan kepada orang lain
Bila Anda telah berlaku jujur, bekerja keras, melayani kebutuhan orang lain sebagai cara memenuhi kebutuhan Anda dan keluarga, dan melakukannya dengan ikhlas sebagai pelayanan kepada kehidupan – Anda tidak mungkin tidak berbahagia.
Bila Anda dibutuhkan, Anda dibutuhkan oleh mereka yang kesulitan. Bila Anda dimuliakan, Anda dimuliakan karena pelayanan Anda.
Seorang khadimat (pembantu rumah tangga) yang tulus, melakukan pekerjaan-pekerjaan yang akan ditukarkannya dengan penghormatan yang baik serta sejumlah uang tertentu. Dia tidak sedang melayani mereka yang membayarnya. Yang dia sedang layani adalah perintah kekasihnya, Sang Khalik. Dia tahu sekali bahwa pada pekerjaannya itu, tersembunyi keberkahan dari langit untuk anak-anaknya, untuk saudara-saudaranya, untuk orang tuanya dan untuk biaya masa depannya. Sang khadimat, seperti pula halnya dengan kita yang manager atau direktur; bekerja bukan sebagai pelayanan bagi pemilik perusahaan, melainkan sebagai pelayanan bagi orang-orang yang membutuhkannya. Dia dan kita, melayani kebaikan, melayani perintah Yang Maha Penyayang. Melayani adalah kemuliaan, karena itu adalah perintah-Nya. Atas pelayanan kita yang tulus bagi sesama dalam kehidupan ini, kita mendapatkan kemuliaan dan dicukupkan kebutuhan oleh Yang Maha Kaya dan Yang Maha Pemberi Rezeki.
Sahabat-sabahat alumni yang baik, kita semua adalah pelayan.
Dan melayani adalah pekerjaan yang mulia.