Dari semua hal yang dapat diindera manusia, pendapat adalah hal terkuat yang dimiliki manusia.
Kita, Anda dan saya, memiliki suara hati. Tetapi karena suara hati bukan suara yang dapat diindera, maka yang dapat mewakili kepentingan sebuah pribadi adalah pendapatnya. Bagaimana sebuah pendapat dilahirkan, bagi pergaulan tidaklah terlalu penting. Yang paling penting dalam komunikasi manusia adalah pendapat itu sendiri. Pendapat adalah sikap resmi sebuah pribadi.
Pendapat tidak harus berwujud suara. Dia dapat saja berwujud rangkaian kata di atas kertas. Atau bisa juga berupa isyarat tangan dan bahasa tubuh lainnya.
Seorang atlit binaraga yang kekar tidak dapat memaksakan pendapatnya pada seorang pelajar menengah dasar yang kurus kering. Demikian pula halnya dengan juara tinju kelas berat dunia tidak dapat memaksakan pendapatnya agar diikuti oleh seorang mahasiswa kutu buku berkacamata tebal sekalipun.
Pekan ini, pemberitaan di media masa dipenuhi dengan argumentasi logis rendahnya urgensi menaikkan BBM. Demonstrasi telah dikerahkan oleh hampir segenap elemen masyarakat untuk membendung kenaikan BBM. Telah berhamburan analisa dari berbagai pakar ekonomi dan politik yang menyangsikan alasan logis kenaikan harga BBM. Hampir saja seluruh elemen masyarakat di negeri berjuta pulau ini menghimbau agar harga BBM tidak naik, terkait dengan potensi dampak negatifnya bagi kesejahteraan rakyat banyak. Tapi apa daya, pemimpin pemerintahan telah memiliki pendapatnya sendiri. Seperti tidak ada gunanya jumlah suara rakyat yang terdengar.
Dan yang lebih mengerikan lagi, pendapat merupakan kekuatan yang dapat mengarahkan bagaimana kekuatan lainnya digunakan. Ingat bagaimana porak porandanya negara indah Irak? Itu semua dimungkinkan oleh sebuah pendapat blunder dari seorang pemimpin.
Jika Anda belum dapat melihat seberapa hebat kekuatan pendapat, maka lihatlah kaum atheis. Mereka dapat melenyapkan keberadaan Tuhan di kehidupan kasat mata mereka. Pendapat atheisme telah mampu merampas keberadaan Tuhan dalam keyakinan manusia. Thus, hal besar apa lagi di dunia ini yang dapat disandingkan dengan urusan ke-Tuhan-an?
Maka berhati-hatilah dengan pendapat Anda.
Dari semua hal yang dapat diindera manusia, pendapat adalah hal terkuat yang dimiliki seorang manusia.
alfi berkata,
Juni 8, 2008 pada 2:47 am
Assalamu’alaikum,
Merupakan sebuah keniscayaan bagi setiap manusia memiliki suatu pendapat, sebagai sebuah refleksi dari yang telah diamati oleh indranya, maupun yang telah dimaknai hatinya. Namun untuk mengatakan ” dari semua hal yang dapat di indra manusia, pendapat adalah hal yang terkuat yang dimiliki manusia”, sepertinya harus direnungkan ulang. Kekuatan suatu pesan yang di berikan secara verbal maupun non verbal, sangat bergantung pada seberapa kuat peran yang bersifat afektif dalam diri seseorang mengarahkan dan memaknai bentuk dari sikap yang ditunjukannya. Seberapa kuat suatu pendapat yang dilontarkan oleh seseorang, terkadang bisa terkalahkan hanya dengan senyuman, terkadang pula argumen yang bersifat frontal sekalipun, dapat diabaikan hanya karena uluran tangan dengan sebungkus kecil premen. Seseorang dapat saja bermain kata-kata, namun jika dilontarkan pada seseorang yang memiliki ketajaman mata hati, dapat membuat kata yang terbungkus sangat luar biasa menjadi sangat “biasa”. Kekuatan seorang manusia yang terletak pada apa pendapatnya dan bagaimana ia mengutarakan pendapatnya secara verbal ataupun tekstual , sesungguhnya hanya akan mampu berhadapan dengan orang-orang yang memiliki kelemahan hati. Dan seseorang yang menjadikan pendapatnya sebagai suatu keuatan dirinya, sesungguhnya ia telah mengabaikan potensi terkuat yang diberikan Allah kepada makhluknya yang bernama manusia, yang tidak dimiliki oleh makhluk lain yang diciptakannya. Jika seseorang sanggup menggali potensi terkuat itu, maka seberapa kuat sebuah pendapat dilontarkan, maka pendapat itu tidak lebih dari sekedar uraian kata-kata kosong belaka. Apakah potensi tersebut?, kita tidak akan menemukannya dalam buku-buku ilmiah, dalam percaturan perdebatan ilmiah, bahkan dalam sebuah kitab suci Al-qur’an sekalipun. Potensi itu tidak dalam bentuk kata, bukan sesuatu yang dapat ditangkap oleh indra, namun bagi seseorang yang sanggup menggalinya, maka itulah yang akan menjadi kekutan terbesar bagi dirinya. Cari dan temukan jawabannya!. Jika kau sudah menemukannya, maka sesederhana apapun pendapat yang kau sampaikan, maka ia akan memiliki kekuatan, bahkan kau akan mampu mengubah apa yang semula kau tak sanggup mengubahnya.
hinatachantik berkata,
Juni 12, 2008 pada 11:53 am
hmm,saya sering dan tak jarang tergelincir sama yang namanya pendapat pribadi… atau mungkin mulut adalah harimau diri kita yang terkejam yah… hehehe^^