<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Kekuatan pendapat</title>
	<atom:link href="http://syarifniskala.wordpress.com/2008/05/29/kekuatan-pendapat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://syarifniskala.wordpress.com/2008/05/29/kekuatan-pendapat/</link>
	<description>Sahabat, blog ini tidak akan diperbaharui.  Silahkan mengunjungi syarifniskala.com sebagai penggantinya.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Jan 2009 16:41:47 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: hinatachantik</title>
		<link>http://syarifniskala.wordpress.com/2008/05/29/kekuatan-pendapat/#comment-20</link>
		<dc:creator>hinatachantik</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 11:53:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://syarifniskala.wordpress.com/?p=33#comment-20</guid>
		<description>hmm,saya sering dan tak jarang tergelincir sama yang namanya pendapat pribadi... atau mungkin mulut adalah harimau diri kita yang terkejam yah... hehehe^^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmm,saya sering dan tak jarang tergelincir sama yang namanya pendapat pribadi&#8230; atau mungkin mulut adalah harimau diri kita yang terkejam yah&#8230; hehehe^^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: alfi</title>
		<link>http://syarifniskala.wordpress.com/2008/05/29/kekuatan-pendapat/#comment-18</link>
		<dc:creator>alfi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 02:47:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://syarifniskala.wordpress.com/?p=33#comment-18</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum,
Merupakan sebuah keniscayaan bagi setiap manusia memiliki suatu pendapat, sebagai sebuah refleksi dari yang telah diamati oleh indranya, maupun yang telah dimaknai hatinya. Namun untuk mengatakan &quot; dari semua hal yang dapat di indra manusia, pendapat adalah hal yang terkuat yang dimiliki manusia&quot;, sepertinya harus direnungkan ulang. Kekuatan suatu pesan yang di berikan secara verbal maupun non verbal, sangat bergantung pada seberapa kuat peran yang bersifat afektif dalam diri seseorang mengarahkan dan memaknai bentuk dari sikap yang ditunjukannya. Seberapa kuat suatu pendapat yang dilontarkan oleh seseorang, terkadang bisa terkalahkan hanya dengan senyuman, terkadang pula argumen yang bersifat frontal sekalipun, dapat diabaikan hanya karena uluran tangan dengan sebungkus kecil premen. Seseorang dapat saja bermain kata-kata, namun jika dilontarkan pada seseorang yang memiliki ketajaman mata hati, dapat membuat kata yang terbungkus sangat luar biasa menjadi sangat &quot;biasa&quot;.  Kekuatan seorang manusia yang terletak pada apa pendapatnya dan bagaimana ia mengutarakan pendapatnya secara verbal ataupun tekstual , sesungguhnya hanya akan mampu berhadapan dengan orang-orang yang memiliki kelemahan hati. Dan seseorang yang menjadikan pendapatnya sebagai suatu keuatan dirinya, sesungguhnya ia telah mengabaikan potensi terkuat yang diberikan Allah kepada makhluknya yang bernama manusia, yang tidak dimiliki oleh makhluk lain yang diciptakannya. Jika seseorang sanggup menggali potensi terkuat itu, maka seberapa kuat sebuah pendapat dilontarkan, maka pendapat itu tidak lebih dari sekedar uraian kata-kata kosong belaka. Apakah  potensi tersebut?, kita tidak akan menemukannya dalam buku-buku ilmiah, dalam percaturan perdebatan ilmiah, bahkan dalam sebuah kitab suci Al-qur&#039;an sekalipun. Potensi itu tidak dalam bentuk kata, bukan sesuatu yang dapat ditangkap oleh indra, namun bagi seseorang yang sanggup menggalinya, maka itulah yang akan menjadi kekutan terbesar  bagi dirinya. Cari dan temukan jawabannya!. Jika kau sudah menemukannya, maka sesederhana apapun pendapat yang kau sampaikan, maka ia akan memiliki kekuatan, bahkan kau akan mampu mengubah apa yang semula kau tak sanggup mengubahnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum,<br />
Merupakan sebuah keniscayaan bagi setiap manusia memiliki suatu pendapat, sebagai sebuah refleksi dari yang telah diamati oleh indranya, maupun yang telah dimaknai hatinya. Namun untuk mengatakan &#8221; dari semua hal yang dapat di indra manusia, pendapat adalah hal yang terkuat yang dimiliki manusia&#8221;, sepertinya harus direnungkan ulang. Kekuatan suatu pesan yang di berikan secara verbal maupun non verbal, sangat bergantung pada seberapa kuat peran yang bersifat afektif dalam diri seseorang mengarahkan dan memaknai bentuk dari sikap yang ditunjukannya. Seberapa kuat suatu pendapat yang dilontarkan oleh seseorang, terkadang bisa terkalahkan hanya dengan senyuman, terkadang pula argumen yang bersifat frontal sekalipun, dapat diabaikan hanya karena uluran tangan dengan sebungkus kecil premen. Seseorang dapat saja bermain kata-kata, namun jika dilontarkan pada seseorang yang memiliki ketajaman mata hati, dapat membuat kata yang terbungkus sangat luar biasa menjadi sangat &#8220;biasa&#8221;.  Kekuatan seorang manusia yang terletak pada apa pendapatnya dan bagaimana ia mengutarakan pendapatnya secara verbal ataupun tekstual , sesungguhnya hanya akan mampu berhadapan dengan orang-orang yang memiliki kelemahan hati. Dan seseorang yang menjadikan pendapatnya sebagai suatu keuatan dirinya, sesungguhnya ia telah mengabaikan potensi terkuat yang diberikan Allah kepada makhluknya yang bernama manusia, yang tidak dimiliki oleh makhluk lain yang diciptakannya. Jika seseorang sanggup menggali potensi terkuat itu, maka seberapa kuat sebuah pendapat dilontarkan, maka pendapat itu tidak lebih dari sekedar uraian kata-kata kosong belaka. Apakah  potensi tersebut?, kita tidak akan menemukannya dalam buku-buku ilmiah, dalam percaturan perdebatan ilmiah, bahkan dalam sebuah kitab suci Al-qur&#8217;an sekalipun. Potensi itu tidak dalam bentuk kata, bukan sesuatu yang dapat ditangkap oleh indra, namun bagi seseorang yang sanggup menggalinya, maka itulah yang akan menjadi kekutan terbesar  bagi dirinya. Cari dan temukan jawabannya!. Jika kau sudah menemukannya, maka sesederhana apapun pendapat yang kau sampaikan, maka ia akan memiliki kekuatan, bahkan kau akan mampu mengubah apa yang semula kau tak sanggup mengubahnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
