<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Tanggapan untuk Syarif Niskala</title>
	<atom:link href="http://syarifniskala.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://syarifniskala.wordpress.com</link>
	<description>Sahabat, blog ini tidak akan diperbaharui.  Silahkan mengunjungi syarifniskala.com sebagai penggantinya.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Jan 2009 16:41:47 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Tuhan Sembilan Senti oleh Kang Ivo</title>
		<link>http://syarifniskala.wordpress.com/2008/04/17/tuhan-sembilan-senti/#comment-27</link>
		<dc:creator>Kang Ivo</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 16:41:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://syarifniskala.wordpress.com/?p=26#comment-27</guid>
		<description>Ada satu ide yang mungkin bisa jadi solusi bagi perokok pasif dan aktif. Yaitu rokok yang menyehatkan dan bisa menyembuhkan penyakit. Bisa diklik nama saya ... mudah-mudahan ... hatur nuhun</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ada satu ide yang mungkin bisa jadi solusi bagi perokok pasif dan aktif. Yaitu rokok yang menyehatkan dan bisa menyembuhkan penyakit. Bisa diklik nama saya &#8230; mudah-mudahan &#8230; hatur nuhun</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Kasih sayang yang dicari oleh Abuthoriq</title>
		<link>http://syarifniskala.wordpress.com/2008/02/23/kasih-sayang-yang-dicari/#comment-25</link>
		<dc:creator>Abuthoriq</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2008 09:05:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://syarifniskala.wordpress.com/?p=21#comment-25</guid>
		<description>Anak dirumah harus mendapat tauladan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Anak dirumah harus mendapat tauladan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tangan terkepal oleh faisol</title>
		<link>http://syarifniskala.wordpress.com/2008/06/13/tangan-terkepal/#comment-24</link>
		<dc:creator>faisol</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 07:01:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://syarifniskala.wordpress.com/?p=37#comment-24</guid>
		<description>teruntuk Pak Syarif Niskala yang baik,

terima kasih saya haturkan atas sebuah sudut pandang yg begitu sederhana namun sarat makna ini...

salam,
achmad faisol
http://achmadfaisol.blogspot.com
#SM 0313#</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>teruntuk Pak Syarif Niskala yang baik,</p>
<p>terima kasih saya haturkan atas sebuah sudut pandang yg begitu sederhana namun sarat makna ini&#8230;</p>
<p>salam,<br />
achmad faisol<br />
<a href="http://achmadfaisol.blogspot.com" rel="nofollow">http://achmadfaisol.blogspot.com</a><br />
#SM 0313#</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Mana Tangan Kanan-mu&#8230; oleh antonteguh</title>
		<link>http://syarifniskala.wordpress.com/2008/07/15/mana-tangan-kanan-mu/#comment-23</link>
		<dc:creator>antonteguh</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 04:42:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://syarifniskala.wordpress.com/?p=44#comment-23</guid>
		<description>Yang Terkasih Pak Syarif yang santun

Terimakasih atas kunjungannya ke blog saya. Bapak adalah pengunjung pertama yang memberikan komentar.

Begitulah Pak Syarif. Kita memang seorang musafir yang sedang berjalan menuju tempat yang lebih tinggi. Ujung tempat itu Siapa lagi kalau bukan Sang Khalik ?

Pilihan warna dan tema blog Bapak sangat sesuai dengan kepribadian Pak Syarif. Teduh, tenang, dan santun. Sangat menarik. 

Salam Super dari Surabaya 

Sahabat Bapak

Anton Teguh</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yang Terkasih Pak Syarif yang santun</p>
<p>Terimakasih atas kunjungannya ke blog saya. Bapak adalah pengunjung pertama yang memberikan komentar.</p>
<p>Begitulah Pak Syarif. Kita memang seorang musafir yang sedang berjalan menuju tempat yang lebih tinggi. Ujung tempat itu Siapa lagi kalau bukan Sang Khalik ?</p>
<p>Pilihan warna dan tema blog Bapak sangat sesuai dengan kepribadian Pak Syarif. Teduh, tenang, dan santun. Sangat menarik. </p>
<p>Salam Super dari Surabaya </p>
<p>Sahabat Bapak</p>
<p>Anton Teguh</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Keadilan adalah kualitas terdekat pada taqwa oleh saiful</title>
		<link>http://syarifniskala.wordpress.com/2008/05/29/keadilan-adalah-kualitas-terdekat-pada-taqwa/#comment-22</link>
		<dc:creator>saiful</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 06:07:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://syarifniskala.wordpress.com/?p=34#comment-22</guid>
		<description>bagus...!
tapi ada beberapa hal yang harus di koreksi lebih jauh,....
mana kala apa yang sudah di berikan tatapi hal itu kita ingkari...!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagus&#8230;!<br />
tapi ada beberapa hal yang harus di koreksi lebih jauh,&#8230;.<br />
mana kala apa yang sudah di berikan tatapi hal itu kita ingkari&#8230;!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Kekuatan pendapat oleh hinatachantik</title>
		<link>http://syarifniskala.wordpress.com/2008/05/29/kekuatan-pendapat/#comment-20</link>
		<dc:creator>hinatachantik</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 11:53:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://syarifniskala.wordpress.com/?p=33#comment-20</guid>
		<description>hmm,saya sering dan tak jarang tergelincir sama yang namanya pendapat pribadi... atau mungkin mulut adalah harimau diri kita yang terkejam yah... hehehe^^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmm,saya sering dan tak jarang tergelincir sama yang namanya pendapat pribadi&#8230; atau mungkin mulut adalah harimau diri kita yang terkejam yah&#8230; hehehe^^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Engkau akan bersama yang engkau cintai oleh Alfi</title>
		<link>http://syarifniskala.wordpress.com/2008/04/21/engkau-akan-bersama-yang-engkau-cintai/#comment-19</link>
		<dc:creator>Alfi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 05:46:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://syarifniskala.wordpress.com/?p=28#comment-19</guid>
		<description>Ada yang tidak boleh dilupakan ketika kita berbicara mengenai kebebasan terutama bagi seorang muslim yang memegang teguh nilai-nilai qur&#039;ani, yaitu sebuah konsekuensi. Allah memberikan hak mutlak pada makhluk yang bernama manusia yang diciptakannya, berupa kebebasan memilih, sekaligus konsekuensi yang akan pula dihadapkannya, sebagai kendali dari kebebasan itu sendiri. Kewajiaban dan tanggung jawab merupakan hal mutlak yang berada jauh diatas kebebasan itu sendiri. DARIMULAI KEBEBASAN MEMILIH MAKANAN, SAMPAI KEBEBASAN TUHAN MANA YANG LAYANK UNTUK DISEMBAH
Jika berbicara mengenai kebebasan mencintai itu sendiri, maka ada tiga tingkatan cinta yang perlu ditangkap maknanya, sebagai tolok ukur perlu tau tidak kah kita menggunakan hak kebebasan itu sendiri. Tiga tingkatan cinta itu adalah eros, philos dan agape. Eros merupakan cinta yang terikat oleh sikap egosentris, bersifat sensualitas semata, dan tidak lebih dari sebatas rasa yang bersifat hormonal dan nafsu yang kerapkali membutakan dan mengabaikan sportifitas. philos merupakan cinta yang tumbuh dari sifat kemanusiaan yang mendalam, sosialisme, berempati kepada semua orang, cinta yang dirasakan pada seseorang mendatangkan kedamain orang-orang disekelilingnya, kebebasan yang tidak merenggut kebebasan yang lainnya. Keindahannya tidak bersifat material namun imaterial. Kedua tingkatan inipun masih terlalu dangkal sebelum dibingkai oleh tingkatan yang paling hakiki, yaitu agape, tahap ini berasal dari hati nurani yang dibingkai oleh nilai-nilai qur&#039;ani, diberikan tanpa syarat, lepas dari penilaian baik dan buruk tentang objek yang dicintainya. Agape adalah cinta yang bersifat spiritual jauh dari yang bersifat badaniah, sedikit meluruskan kutipan anda &quot;engkau akan bersama dengan yang engkau cintai&quot;, agar anda tidak kehilangan makna yang sebenarnya. Muhammad dalam bukunya sahih muslim, sebenarnya merupakan refleksi dari QS.4:69 &quot;Barang siapa yang mentaati Allah dan Rasul, maka ia akan bersama dengan orang-orang yang telah Allah berikan kenikmatan kepada mereka, yakni para nabi, orang-orang benar, syuhada, dan orang-orang shalih. Alangkah bagusnya bergabung bersama mereka&quot;.
Sebagai ilustrasi dan bahan renungan mendalam guna mengukur nilai dari cinta yang kita miliki pada objek apapun, berikut Allah menunjukan bagaimana seseorang mnecintai....,&quot;telah datang kepadamu seorang Rasul dari antara kamu. Berat baginya apa yang kamu derita, sangat ingin agar kamu mendapat kebahagiaan. Ia sangat pengasih dan penyayang kepada orang-orang yag beriman (QS.9:128)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ada yang tidak boleh dilupakan ketika kita berbicara mengenai kebebasan terutama bagi seorang muslim yang memegang teguh nilai-nilai qur&#8217;ani, yaitu sebuah konsekuensi. Allah memberikan hak mutlak pada makhluk yang bernama manusia yang diciptakannya, berupa kebebasan memilih, sekaligus konsekuensi yang akan pula dihadapkannya, sebagai kendali dari kebebasan itu sendiri. Kewajiaban dan tanggung jawab merupakan hal mutlak yang berada jauh diatas kebebasan itu sendiri. DARIMULAI KEBEBASAN MEMILIH MAKANAN, SAMPAI KEBEBASAN TUHAN MANA YANG LAYANK UNTUK DISEMBAH<br />
Jika berbicara mengenai kebebasan mencintai itu sendiri, maka ada tiga tingkatan cinta yang perlu ditangkap maknanya, sebagai tolok ukur perlu tau tidak kah kita menggunakan hak kebebasan itu sendiri. Tiga tingkatan cinta itu adalah eros, philos dan agape. Eros merupakan cinta yang terikat oleh sikap egosentris, bersifat sensualitas semata, dan tidak lebih dari sebatas rasa yang bersifat hormonal dan nafsu yang kerapkali membutakan dan mengabaikan sportifitas. philos merupakan cinta yang tumbuh dari sifat kemanusiaan yang mendalam, sosialisme, berempati kepada semua orang, cinta yang dirasakan pada seseorang mendatangkan kedamain orang-orang disekelilingnya, kebebasan yang tidak merenggut kebebasan yang lainnya. Keindahannya tidak bersifat material namun imaterial. Kedua tingkatan inipun masih terlalu dangkal sebelum dibingkai oleh tingkatan yang paling hakiki, yaitu agape, tahap ini berasal dari hati nurani yang dibingkai oleh nilai-nilai qur&#8217;ani, diberikan tanpa syarat, lepas dari penilaian baik dan buruk tentang objek yang dicintainya. Agape adalah cinta yang bersifat spiritual jauh dari yang bersifat badaniah, sedikit meluruskan kutipan anda &#8220;engkau akan bersama dengan yang engkau cintai&#8221;, agar anda tidak kehilangan makna yang sebenarnya. Muhammad dalam bukunya sahih muslim, sebenarnya merupakan refleksi dari QS.4:69 &#8220;Barang siapa yang mentaati Allah dan Rasul, maka ia akan bersama dengan orang-orang yang telah Allah berikan kenikmatan kepada mereka, yakni para nabi, orang-orang benar, syuhada, dan orang-orang shalih. Alangkah bagusnya bergabung bersama mereka&#8221;.<br />
Sebagai ilustrasi dan bahan renungan mendalam guna mengukur nilai dari cinta yang kita miliki pada objek apapun, berikut Allah menunjukan bagaimana seseorang mnecintai&#8230;.,&#8221;telah datang kepadamu seorang Rasul dari antara kamu. Berat baginya apa yang kamu derita, sangat ingin agar kamu mendapat kebahagiaan. Ia sangat pengasih dan penyayang kepada orang-orang yag beriman (QS.9:128)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Kekuatan pendapat oleh alfi</title>
		<link>http://syarifniskala.wordpress.com/2008/05/29/kekuatan-pendapat/#comment-18</link>
		<dc:creator>alfi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 02:47:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://syarifniskala.wordpress.com/?p=33#comment-18</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum,
Merupakan sebuah keniscayaan bagi setiap manusia memiliki suatu pendapat, sebagai sebuah refleksi dari yang telah diamati oleh indranya, maupun yang telah dimaknai hatinya. Namun untuk mengatakan &quot; dari semua hal yang dapat di indra manusia, pendapat adalah hal yang terkuat yang dimiliki manusia&quot;, sepertinya harus direnungkan ulang. Kekuatan suatu pesan yang di berikan secara verbal maupun non verbal, sangat bergantung pada seberapa kuat peran yang bersifat afektif dalam diri seseorang mengarahkan dan memaknai bentuk dari sikap yang ditunjukannya. Seberapa kuat suatu pendapat yang dilontarkan oleh seseorang, terkadang bisa terkalahkan hanya dengan senyuman, terkadang pula argumen yang bersifat frontal sekalipun, dapat diabaikan hanya karena uluran tangan dengan sebungkus kecil premen. Seseorang dapat saja bermain kata-kata, namun jika dilontarkan pada seseorang yang memiliki ketajaman mata hati, dapat membuat kata yang terbungkus sangat luar biasa menjadi sangat &quot;biasa&quot;.  Kekuatan seorang manusia yang terletak pada apa pendapatnya dan bagaimana ia mengutarakan pendapatnya secara verbal ataupun tekstual , sesungguhnya hanya akan mampu berhadapan dengan orang-orang yang memiliki kelemahan hati. Dan seseorang yang menjadikan pendapatnya sebagai suatu keuatan dirinya, sesungguhnya ia telah mengabaikan potensi terkuat yang diberikan Allah kepada makhluknya yang bernama manusia, yang tidak dimiliki oleh makhluk lain yang diciptakannya. Jika seseorang sanggup menggali potensi terkuat itu, maka seberapa kuat sebuah pendapat dilontarkan, maka pendapat itu tidak lebih dari sekedar uraian kata-kata kosong belaka. Apakah  potensi tersebut?, kita tidak akan menemukannya dalam buku-buku ilmiah, dalam percaturan perdebatan ilmiah, bahkan dalam sebuah kitab suci Al-qur&#039;an sekalipun. Potensi itu tidak dalam bentuk kata, bukan sesuatu yang dapat ditangkap oleh indra, namun bagi seseorang yang sanggup menggalinya, maka itulah yang akan menjadi kekutan terbesar  bagi dirinya. Cari dan temukan jawabannya!. Jika kau sudah menemukannya, maka sesederhana apapun pendapat yang kau sampaikan, maka ia akan memiliki kekuatan, bahkan kau akan mampu mengubah apa yang semula kau tak sanggup mengubahnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum,<br />
Merupakan sebuah keniscayaan bagi setiap manusia memiliki suatu pendapat, sebagai sebuah refleksi dari yang telah diamati oleh indranya, maupun yang telah dimaknai hatinya. Namun untuk mengatakan &#8221; dari semua hal yang dapat di indra manusia, pendapat adalah hal yang terkuat yang dimiliki manusia&#8221;, sepertinya harus direnungkan ulang. Kekuatan suatu pesan yang di berikan secara verbal maupun non verbal, sangat bergantung pada seberapa kuat peran yang bersifat afektif dalam diri seseorang mengarahkan dan memaknai bentuk dari sikap yang ditunjukannya. Seberapa kuat suatu pendapat yang dilontarkan oleh seseorang, terkadang bisa terkalahkan hanya dengan senyuman, terkadang pula argumen yang bersifat frontal sekalipun, dapat diabaikan hanya karena uluran tangan dengan sebungkus kecil premen. Seseorang dapat saja bermain kata-kata, namun jika dilontarkan pada seseorang yang memiliki ketajaman mata hati, dapat membuat kata yang terbungkus sangat luar biasa menjadi sangat &#8220;biasa&#8221;.  Kekuatan seorang manusia yang terletak pada apa pendapatnya dan bagaimana ia mengutarakan pendapatnya secara verbal ataupun tekstual , sesungguhnya hanya akan mampu berhadapan dengan orang-orang yang memiliki kelemahan hati. Dan seseorang yang menjadikan pendapatnya sebagai suatu keuatan dirinya, sesungguhnya ia telah mengabaikan potensi terkuat yang diberikan Allah kepada makhluknya yang bernama manusia, yang tidak dimiliki oleh makhluk lain yang diciptakannya. Jika seseorang sanggup menggali potensi terkuat itu, maka seberapa kuat sebuah pendapat dilontarkan, maka pendapat itu tidak lebih dari sekedar uraian kata-kata kosong belaka. Apakah  potensi tersebut?, kita tidak akan menemukannya dalam buku-buku ilmiah, dalam percaturan perdebatan ilmiah, bahkan dalam sebuah kitab suci Al-qur&#8217;an sekalipun. Potensi itu tidak dalam bentuk kata, bukan sesuatu yang dapat ditangkap oleh indra, namun bagi seseorang yang sanggup menggalinya, maka itulah yang akan menjadi kekutan terbesar  bagi dirinya. Cari dan temukan jawabannya!. Jika kau sudah menemukannya, maka sesederhana apapun pendapat yang kau sampaikan, maka ia akan memiliki kekuatan, bahkan kau akan mampu mengubah apa yang semula kau tak sanggup mengubahnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tentang Syarif Niskala oleh Abu Fauzan</title>
		<link>http://syarifniskala.wordpress.com/tentang-blogger/#comment-17</link>
		<dc:creator>Abu Fauzan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 12:16:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://syarifniskala.wordpress.com/?page_id=12#comment-17</guid>
		<description>Tulisan2mu yang menggugah inspirasi..
Semoga bermanfaat untuk ummat dan diri pribadi..
Boleh kiranya tinggalkan kesan di hati..
Tuk singgah di blog pribadiku yang senantiasa menanti..

Salam hangat,
Abu Fauzan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan2mu yang menggugah inspirasi..<br />
Semoga bermanfaat untuk ummat dan diri pribadi..<br />
Boleh kiranya tinggalkan kesan di hati..<br />
Tuk singgah di blog pribadiku yang senantiasa menanti..</p>
<p>Salam hangat,<br />
Abu Fauzan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tentang Syarif Niskala oleh syarifniskala</title>
		<link>http://syarifniskala.wordpress.com/tentang-blogger/#comment-16</link>
		<dc:creator>syarifniskala</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 06:10:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://syarifniskala.wordpress.com/?page_id=12#comment-16</guid>
		<description>Pak Rio Purboyo dan Pak Hanif yang budiman,

Terima kasih yang dalam atas doa tulus yang dipanjatkan.
Saya berbahagia atas kebaikan yang Bapak peroleh melalui tulisan sederhana tersebut.

Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Rio Purboyo dan Pak Hanif yang budiman,</p>
<p>Terima kasih yang dalam atas doa tulus yang dipanjatkan.<br />
Saya berbahagia atas kebaikan yang Bapak peroleh melalui tulisan sederhana tersebut.</p>
<p>Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
